Kebiadaban 'Kasih' Kristen

Kebencian, iri hati dan kedengkian yang membara mendorong bangsa Barat (baca:Kristen) melakukan segala cara untuk memadamkan cahaya kesempurnaan Islam. Mulai dari cara-cara yang halus, tersembunyi, tidak langsung hingga cara-cara yang vulgar, kasar dan terang-terangan. Cara yang pertama ternyata sangat efektif dan dapat kita rasakan pada saat ini, misalnya dengan menyebarkan budaya populer yang secara perlahan dan tanpa di sadari akan merusak akidah umat Islam. Tujuan dari semua itu adalah agar umat Islam semakin jauh dan mulai meragukan agamanya serta pada akhirnya dengan sendirinya meninggalkan ajaran-ajaran Islam (Qs al Baqarah 2:120). 
Ironinya masih banyak umat Islam malah dengan bangga menerima dan menelan mentah-mentah semua propaganda terselubung yang di lancarkan oleh media-media Barat terutama lewat tv tv nasional dan lewat film film action hollywood, termasuk juga melalui upaya pengaburan sejarah yang pernah mereka (Barat) lakukan di masa lalu.

" Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang di sembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi ". (Qs Ali Imran 3:118)

Selama ini kita selalu menganggap bahwa negara-negara Barat adalah bangsa yang bersih dari segala kesalahan. Barat adalah kampium demokrasi, berteriak paling keras tentang hak asasi manusia dan sangat menghormati kebebasan.Mereka memproklamirkan diri sebagai contoh tanpa cacat bagi kehidupan umat manusia di bumi ini. 
Dan di sisi lain, mereka dengan gencar menuduh Islam adalah agama yang di sebarkan dengan kekerasan, agama teror dan segudang predikat negatif lainnya.
Serangan pemikiran-pun semakin sering kita dengar, dan secara sistematis di ciptakanlah opini yang buruk terhadap Islam. Umatnya di anggap ekstrimis bahkan teroris, sedang agamanya (Islam) di katakan diskriminatif dan tidak adil. Padahal, dunia kafir yang melontarkan istilah bahwa kaum Muslimin itu teroris, justru merekalah yang tidak punya rasa kemanusiaan terhadap sesama manusia, membantai semaunya, membombardir pemukiman-pemukiman rakyat sipil semaunya, menjajah negara-negara merdeka semaunya dan menyebarkan kebohongan-kebohongan semaunya.
Sedangkan mulut mereka yang menyatakan bahwa Islam diskriminatif dan tidak adil, tetapi justru tingkah laku merekalah yang diskriminatif, merasa kulit putihnya lebih berharga ketimbang kulit hitam atau kulit berwarna.
Kelicikan barat/kristen itu adalah strategi perang mereka yang memang terbiasa hidup dengan kelicikan yaitu selalu menyerang dengan dua tangan, tangan yang kanan bertindak sebagai camoflage hanya untuk pengalih perhatian berlabelkan 'kasih', 'demokratis', 'HAM' sementara tangan kirinya selalu sibuk melebarkan dunia jajahannya.

Comte Henry Descartes (Ilmuwan Perancis, th 1669) menyatakan :
"Saya tidak tahu apa yang akan di katakan oleh kaum Muslimin, seandainya mereka mengetahui kisah-kisah abad pertengahan dan memahami apa yang terdapat dalam nyanyian-nyanyian orang Kristen. Sesungguhnya seluruh nyanyian Gereja sebelum abad ke 12 M, bersumber dari pikiran yang menyebabkan timbulnya Perang Salib. Seluruh nyanyian Gereja di balut dengan kebusukan dendam terhadap kaum Muslimin dan agamanya. Dalam syair-syair lagu itu di masukkan dogma-dogma aib berupa kisah-kisah yang menentang agama Islam dan mengkokohkan kekeliruan pemahaman orang-orang Kristen yang hingga hari ini masih tetap ada. Setiap penggubah lagu menyiapkan lirik yang menempatkan kaum Muslimin menjadi kaum musyrik, tidak beriman dan penyembah berhala yang murtad".

Mirip dengan jaman sekarang di mana fitnah isu teroris yang di sebarkan kebanyakan media masa begitu melekat dan di tuduhkan khusus terhadap umat Islam secara umum. 

Karen Armstrong, seorang pemerhati sejarah Islam menyatakan :
"Kami di Barat mempunyai sejarah yang panjang dalam bentuk kebencian dan permusuhan terhadap Islam.Akan tetapi, kebencian terus tampak menonjol dan bertambah kuat di sekitar Atlantik, Tidak ada satupun yang mampu menghalangi manusia untuk menyerang agama Islam, walaupun mereka tidak mengetahui secuilpun tentangnya".

Prof.Leopold Weiss / Muhammad Asad (seorang Yahudi yang kemudian memeluk Islam) menyatakan :
"Pada kenyataannya, kaum Orientalis di awal-awal masa modern adalah Missionaris yang bekerja untuk mengkristenkan negeri-negeri Islam.Gambaran yang menakutkan, yang mereka buat dari ajaran-ajaran agama Islam dan sejarahnya di atur dan di susun atas suatu konsep yang menempatkan posisi orang-orang Eropa seolah-olah berada di tengah-tengah kaum berhala (maksudnya kaum Muslimin).Semangat keagamaan yang membawa kaum Orientalis memusuhi Islam telah menjadi watak yang di wariskan, khususnya tabiat yang berpijak pada pengaruh-pengaruh yang di ciptakan oleh Perang Salib".


Berikut adalah sebagian kecil bukti-bukti dari sejarah berdarah yang di lakukan oleh Barat (kristen katolik maupun protestan), dan masih terus mereka lakukan hingga saat ini :

[1].Pembantaian orang-orang Pagan.
[a].Istilah Pagan dalam Kristen mencoba meniru kata Gentile dari Yudaisme yang berarti semua orang di luar Yahudi Israel. Sehingga Pagan yang yang di maksud Kristen adalah semua orang yang tidak mengakui Yesus sebagai juru selamat, maka di kategorikan sebagai Pagan.
Sejak agama Kristen di resmikan tahun 315 M, kuil-kuil kaum Pagan semakin banyak yang di hancurkan oleh pangikut Kristen dan Pendeta mereka pun juga di bunuh.Antara tahun 315 dan abad ke 6 M, ribuan orang-orang Pagan di sembelih.Pendeta-pendeta Kristen seperti Mark Arethusa atau Cyrill dari Heliopolis terkenal sebagai "penghancur kuil".
Kaisar Kristen Theodosius (408-450) bahkan membunuh anak-anaknya sendiri karena mereka bermain-main dengan patung-patung Pagan.Menurut penulis Christian Chronicles, kaisar melakukan hal tersebut karena dia berusaha mematuhi seluruh ajaran Kristen.

[b].Di awal abad ke 4, filosof Sopratos di hukum mati atas perintah penguasa Kristen.
 
[c].Tahun 415 M, Hypatia dari Alexandria ( Hypatia adalah seorang wanita Filosof dan Ilmuwan Yunani dari Alexandria Mesir, ia juga wanita pertama yang menjadi ahli matematika, yang juga mengajarkan philosophy dan astronomi. Ia hidup pada masa Mesir Roma dan di bunuh oleh masyarakat Kristen Koptic yang menuduhnya sebagai penyebab kekacauan dalam agama.Ia di juluki sebagai "pembela ilmu pengetahuan yang gagah berani melawan agama", dan beberapa pendapat para ahli menyatakan, kematiannya menandai akhir dari jaman Hellenistik dan di mulainya jaman kegelapan / The Dark Ages), ia di seret kemudian di potong-potong tubuhnya oleh orang-orang Kristen yang di pimpin oleh pendeta Peter.


[2].Pembunuhan atas nama misi Gereja.
[a].Kaisar Karl (Charlemagne) pada tahun 782 M memenggal kepala 4500 orang Saxon, karena mereka tidak mau memeluk agama Kristen.

[b].Kaum tani yang tidak mau membayar sumbangan kepada Gereja, di jatuhi hukuman mati.mereka berjumlah antara 5000 sampai 11.000 pria, wanita dan anak-anak, dibunuh pada tanggal 27 Mei 1234 dekat Altenesch (Jerman).

[c].Abad ke 16 dan 17 M, tercatat puluhan ribu warga Irlandia di bunuh.Pasukan Inggris terjun ke wilayah ini untuk menjinakkan orang-orang Irlandia yang liar.Mereka di anggap tidak lebih dari binatang yang hidup tanpa mengindahkan hukum-hukum Tuhan. Seorang pimpinan tentara Inggris yang terkenal kejam adalah Humphrey Gilbert yang masih bersaudara dengan Sir Walter Raleigh memerintahkan untuk memenggal kepala semua tawanan.


[3].Pembantaian dalam Perang Salib.
[a].Di Semlin dan Wieselburg (Hungaria), pada 12-24 Juni 1096 ribuan orang di bunuh.

[b].Dari 9-26 September 1096 sekitar 1000 orang di bunuh di Nikala / Xerigordon (Turki).

[c].Pada tanggal 11 Desember 1098, seribu orang Muslim di bantai di Marra.Di lokasi ini tentara Salib kehabisan makanan, mereka menderita kelaparan, kemudian mereka mengambil daging mayat musuh yang sudah mulai membusuk dan memakannya (Christian Chronicle, Albert Aquensis).

[d].Tentara Salib menaklukkan kota Jerusalem pada tanggal 15 Juli1099, lebih dari 60.000 orang di bantai, terdiri dari atas Muslim, Yahudi, laki-laki dan anak-anak.
Salah satu saksi mata menyatakan : "Genangan darah manusia di depan Kuil Solomon setinggi pergelangan kaki orang dewasa".

Uskup Tyre, saksi mata menulis :
"Adalah mustahil untuk melihat jumlah pembunuhan tanpa di hinggapi rasa horor.Dimana-mana terdapat potongan-potongan tubuh manusia dan tanah sudah tertutup oleh darah mereka yang terbunuh. Itu bukan satu-satunya pertunjukan di mana tubuh tanpa kepala, tubuh yang termutilasi berhamburan ke semua arah membangkitkan ketakutan yang luar biasa bagi siapapun yang melihatnya. Yang lebih menyeramkan adalah ketika melihat mereka para pembantai dari Eropa itu sendiri, penuh dengan darah yang menetes di seluruh tubuh dari kepala hingga kaki. Pemandangan yang mengerikan bagi siapa saja yang berpapasan dengannya. Di laporkan bahwa di pagar kuil Solomon saja sekitar 10.000 orang terbunuh".

Penulis Kristen Eckehad dari Aura mencatat :
"......bahkan berlanjut hingga musim panas, udara di seluruh Palestina masih tercemari oleh bau mayat-mayat yang membusuk".

[e].Dalam peperangan Askalon, 12 Agustus 1099, tentara Salib telah membantai 200.000 Muslim dan Yahudi "atas nama Yesus Kristus".

[f].Pembantaian umat Islam yang di lakukan oleh Vlad III atau Vald Draculea (Dracula) antara tahun 1456-1476.
(Untuk menutupi kejahatan kemanusiaan yang di lakukan Vlad III atau Vlad Dracula, Barat / Kristen sengaja menciptakan mitos Dracula yang sosok keberadanya antara ada dan tiada.Kekejamannya di anggap hanya buah karya imajinasi Bram Stoker dalam novelnya. Padahal sejarah hidup Dracula merupakan sejarah kegelapan abad pertengahan di mana dia telah membantai tidak kurang 300.000 umat Islam selama ia berkuasa di Transylvania Rumania.)


[4].Pembunuhan terhadap orang Bidah (Inkuisisi).
Inkuisisi adalah istilah yang di gunakan terhadap pengadilan yang di selenggarakan oleh Gereja terhadap pelaku bidah.Undang-undang ini mengandung peraturan-peraturan yang sangat keras. Begitu Gereja Trinitarian menjatuhkan keputusan bersalah, kepada terdakwa di kenakan hukuman berupa : penyiksaan, pembakaran dan pemenggalan kepala.

[a].Manichaean adalah salah satu sekte yang di nyatakan bidah dalam Kristen. Sekte ini di basmi karena melakukan praktek pengendalian kelahiran (KB) yang tidak di ajarkan oleh Gereja Katholik. Pembasmian di lakukan seiring kampanye besar-besaran ke seluruh kekaisaran Romawi antara tahun 372 s/d 444.Ribuan orang menjadi korbannya.

[b].Albigensians adalah perang yang di niatkan untuk membasmi sesama Kristen, yakni kelompok Cathars. Mereka orang-orang Cathars menganut Kristen dengan baik, tetapi menolak segala peraturan buatan Gereja Katholik Roma, menolak pajak dan menolak larangan pengendalian kelahiran.Awal kekejaman ini terjadi pada masa Paus Innocent III yang memerintahkan untuk membunuh para pengikut Cathars di tahun 1209. Kota Beziers (Perancis), pada tanggal 22 Juni 1209 di hancurkan, semua makhluk hidup di dalamnya di bantai.Jumlah korban menurut catatan sekitar 70.000 manusia, termasuk Katholik yang menolak untuk menyerahkan tetangga dan sahabatnya yang di kategorikan bidah oleh Gereja
Bidah yang lain seperti Waldensians, Paulikians, Runcarians, Josephite dan lain-lain juga di basmi / di bantai habis. Di perkirakan jumlah korban yang tewas mencapai ratusan ribu orang.

[c].John Huss, yang mengkritisi "Papal Infallibility" (Kemustahilan Paus berbuat salah) dan Surat penebusan dosa, di bakar hidup-hidup di tiang pancang pada 1415.

[5].Pembunuhan terhadap Wanita yang di tuduh Tukang Sihir.
Pada masa pemburuan terhadap para penyihir (1484-1750) menurut sejarah modern, ratusan ribu penyihir (80 % di antaranya adalah wanita) di bakar atau di gantung.
Membakar manusia hidup-hidup adalah bentuk eksekusi yang sangat kejam.Ide pembakaran tukang sihir ini berasal dari Saint Augustine (354-430 M) yang pernah mengatakan, "Orang-orang Pagan, Yahudi dan kaum sesat akan terbakar selamanya di neraka bersama dengan setan, kecuali mereka di selamatkan oleh Gereja Katholik".


[6].Pembunuhan dengan alasan perang Agama.
[a].Pada abad ke 15 terjadi atas perintah Gereja, terjadi perang melawan Hussites (pengikut John Huss), ribuan orang tewas di bantai.

[b].Tahun 1568, Lembaga Inkuisisi Spanyol memerintahkan pemusnahan 3 juta pemberontak di Belanda dan Spanyol.

[c].Tahun 1572, di Perancis 20.000 pengikut Huguenots di bunuh atas perintah Paus Pius V.Sampai abad ke 17, sebanyak 200.000 orang lari menyelamatkan diri.Huguenots adalah anggota Gereja Protestant Reformasi dari Perancis (Calvinists Perancis)

[d].Abad ke 17, Katholik membunuh Gaspard de Coligny, seorang pemimpin Protestan.Setelah membunuhnya, mereka kemudian memenggal kepalanya, memutilasi dan membuangnya ke sungai. Tapi kemudian mereka menimbang bahwa tubuh tersebut tidak layak untuk makanan ikan, mereka mengambilnya kembali yang tersisa dan di pancangkan di Mountfaulcon.

[e].Abad ke 17, pasukan Katholik menyerang kota Magdeburg (Jerman), 30.000 umat Protestan di bantai.Menurut Friedrich Schiller, "Dalam satu Gereja, 50 wanita di temukan tewas di bantai, dan bayi-bayi masih menyusu pada ibu-ibu mereka yang sudah tidak bernyawa".
Sepanjang abad ke 17, selama 30 tahun perang antara Katholik vs Protestan, sedikitnya 40% populasi di bunuh, sebagian besar di Jerman.


[7]. Pembunuhan terhadap Yahudi.
[a].Di pertengahan abad ke 4, Sinagog pertama di hancurkan atas perintah Uskup Dertona.Sedangkan Sinagog pertama yang di bakar, berada di dekat sungai Efrat atas perintah Uskup Kallinikon pada tahun 388 M.

[b].Pada tahun 694 M, keputusan dari 17 Dewan Gereja di Toledo, membolehkan orang-orang Yahudi untuk di perbudak, barang milik mereka di sita, dan anak-anak mereka di baptis dengan paksa.

[c].Uskup Limoges dari Perancis, pada tahun 1010 menetapkan bahwa penduduk yang beragama Yahudi yang tidak mau beralih agama ke agama Kristen, harus di usir dan di bunuh.

[d].Perang Salib I : 12.000 orang Yahudi di Bantai pada tahun 1096.Tempatnya adalah sebagai berikut : (Jerman) Worms, Mainz, Cologne, Neuss, Altenahr, Wevelinghoven, Xanten, Moers, Dortmund, Kerpen, Trier, Regensburg, Prag dan Metz (Perancis).

[e].Pada tahun 1348, dua ribu orang Yahudi di bunuh di Bassel (Swiss) dan Strassbourg.

[f].Tahun 1349 di Praha, 3000 orang Yahudi di bunuh, dan di tahun1391 Yahudi Seville di bantai di pimpin oleh Kardinal Martines. Sebanyak 4000 orang Yahudi di habisi dan 25.000 di jual sebagai budak.

[g].Pada tahun 1492, saat Colombus (anggota Freemason) berlayar untuk menaklukkan "Dunia Baru" (benua Amerika), lebih dari 150.000 Yahudi di usir dari Spanyol, lebih dari setengahnya mati di perjalanan.

[h].Tahun 1648, pembantaian Chmielnitzki, sekitar 200.000 Yahudi di bantai di Polandia.

[8].Pembasmian penduduk asli, di wilayah jajahan.
[a].Sebelum kedatangan orang Inggris, orang-orang Indian di bagian barat Abenaki (New Hampshire) dan Vermont berjumlah 12.000 orang. Dan kurang dari separuh abad, yang tersisa dari penduduk asli hanya tinggal 250 orang.

[b].Suku Indian Pocumtuck berjumlah lebih dari 18.000 orang, dan beberapa tahun kemudian jumlah mereka tinggal 920 orang.

[c].Suku Quiripi-Unquachog berjumlah 30.000, tetapi beberapa tahun kemudian jumlah mereka hanya tersisa 1.500 orang.

[d].Suku Indian di Massachusetts berjumlah 44.000 orang, akan tetapi beberapa waktu kemudian jumlah mereka menyusut drastis hingga tersisa 6.000 orang saja.

[e].Di Sand Creek, Colorado pada 29 November 1864, Kolonel John Chivington yang juga seorang Pendeta Gereja Methodist telah membantai 600 orang Indian Cheyenne.Kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak.

Lebih dari 150 juta orang suku Indian (penduduk asli benua Amerika) di bantai oleh para penjajah dari Eropa pada periode tahun 1500-1900, dan dari mereka yang masih bertahan hidup tidak luput dari kekerasan, perlakuan buruk dan perbudakan.

Berikut adalah komentar dan catatan sejarah tentang kebiadaban bangsa-bangsa Eropa di "Benua Baru" (Amerika) :

"Orang-orang Eropa (penjajah) sangat senang mencari bentuk-bentuk kekejaman yang tidak lazim terhadap penduduk asli.Mereka membuat tiang gantung panjang yang tinggi, cukup tinggi untuk menjaga kaki tidak menyentuh tanah dan tetap tergantung. Mereka menggantung 13 orang penduduk asli sekaligus sebagai penghormatan kepada Sang Juru Selamat Kristus dan 12 Rasul.Kemudian mereka membungkus tubuh orang Indian yang mereka gantung itu dengan jerami dan membakarnya hidup-hidup".

"Orang Spanyol memotong lengan mereka, kaki atau pinggul atau memukul kepala-kepala mereka seperti penjagal yang memotong hewan yang akan di jual ke pasar.Enam ratus orang, termasuk suku Cacique, di bunuh dengan kejam seperti binatang liar.Vasco de Balboa bahkan memesan empat puluh dari mereka dan di jadikan makanan anjing-anjing".

"Lalu bangsa Eropa mengalihkan perhatian mereka ke bangsa Mexico dan Amerika tengah.Penyembelihan pun di mulai. Kota yang sangat indah Tenochitln (Mexico) menjadi sasaran selanjutnya".

"Pada tahun 1703 secara formalitas menyatakan kepada Gubernur Massachusetts bahwa pendatang baru (kolonis) akan memberikan uang untuk membeli alat yang di butuhkan berupa kereta anjing besar untuk menangkap orang-orang Indian seperti mereka melakukan hal tersebut kepada beruang".

[9]. Bencana kemanusiaan yang di sebabkan Kolonialisme/Penjajahan.
Tak terhitung lagi jumlah korban manusia yang di akibatkan oleh nafsu serakah bangsa-bangsa Barat untuk menguasai dan menguras harta kekayaan bangsa yang di jajah oleh mereka. Indonesia adalah salah satu contohnya, selama kurang lebih 350 tahun bangsa ini di peras habis oleh bangsa-bangsa dari Barat (Jepang hanya sempat menguasai Indonesia kurang lebih 3 tahun).Puluhan bahkan sangat mungkin ratusan juta jiwa warga pribumi di bantai demi mewujudkan semboyan dari para penjajah tersebut yaitu, G3 :Glory (Kemenangan), Gold (menguras habis kekayaan alam) dan Gospel (menyebarkan agama Kristen).

[10].Kejahatan Gereja di Abad 20.
[a].Pada tahun 1942-1943 ada beberapa tempat pembantaian di Croasia yang di kelola oleh Katholik Ustasha di bawah pimpinan Diktator Ante Paveli.Dia mempraktekkan Katholik dan pengikut setia Paus. Ante Paveli juga menyediakan tempat pembantaian khusus untuk anak-anak.Di antara kamp pembantaian di kota kecil tersebut ada tempat pembantaian yang terburuk yang di kenal dengan nama Jasenovak. Kamp ini di kelola oleh para Pastor Franciscan dari Gereja Orthodok Serbia. Jumlah korban pembantaian mereka di perkirakan berjumlah antara 300.000 sampai 600.000 orang.

[b].Pada tahun 1994 di Rwanda (Afrika) terjadi konflik antara suku Hutu dan suku Tutsi.Dan pada 10 oktober 1996 dalam siaran radio S2 Aktuell (Jerman), menyiarkan berita sebagai berikut :
"Gereja Anglican dan Pastor serta suster dari gereja Katholik di curigai mempunyai keterkaitan penting dalam pembunuhan-pembunuhan yang terjadi di Rwanda.Dalam waktu hanya beberapa bulan para Pastor berhasil mempengaruhi pemikiran masyarakat di Kigali, ibukota Rwanda, sehingga masyarakat menjadi beringas dan brutal, penuh kebencian. Pastor kepala di Gereja Holly Family melegalkan pembunuhan terhadap suku Tutsi dengan cara brutal.
Mereka di laporkan bersekongkol dengan gerombolan milisi Hutu dalam melakukan penyembelihan terhadap orang-orang Tutsi yang mencari perlindungan di gerejanya.Bahkan dua tahun setelah terjadinya pembunuhan besar-besaran tersebut, umat Katholik tidak bisa melupakan keterlibatan para Pastor dalam pembantaian di depan salib Yesus di ruang gereja.Tidak heran jika umat Katholik tetap menolak menginjakkan kaki di gereja itu. Lebih parah lagi, ternyata tidak ada satupun gereja di Rwanda yang tidak menjadi tempat pembantaian terhadap para pengungsi suku Tutsi, baik wanita, anak-anak dan orang tua.
Menurut para saksi mata, para Pastor menyerahkan orang-orang suku Tutsi yang mencari perlindungan di gereja mereka kepada milisi Hutu untuk di bantai. Di dalam hubungan dengan kejadian ini tercatat dua orang suster Benedictine melarikan diri ke biara Belgia untuk menghindari penuntutan.Menurut korban yang selamat, satu di antara suster Benedictine itu memanggil algojo-algojo Hutu dan membawa mereka ke tempat persembunyian ribuan suku Tutsi yang mencari perlindungan di biara.
Para pengungsi itu di seret ke luar dari biara dan setibanya di gerbang biara, mereka di sembelih di hadapan suster Benedictine itu. Dan suster itu menyaksikan pembantaian tersebut tanpa ekspresi. Suster yang lain menyiapkan bensin yang di gunakan untuk menyalakan api dan membakar korbannya hidup-hidup".

[11].Kebohongan dan kekejian lainnya.
[a].Pembantian Muslim Bosnia, Cechnya, Somalia.
[b].Kebiadaban kristen RMS ambon terhadap muslim ambon.
[c].Kebohongan peristiwa 9 / 11.
[d].Invasi terhadap Afganistan, Irak, Palestina dll.
[e].Kebiadaban tentara AS terhadap kaum Muslimin di penjara seperti di Abu Ghuraib, Guantanamo dan Bagram dan lain-lain.

Demikianlah sedikit dari banyaknya bukti-bukti sejarah yang mungkin selama ini tersembunyi atau mungkin memang sengaja di sembunyikan.
Kesimpulannya, bahwa masih sanggupkah kita menutup mata dari semua fakta-fakta ini dan menganggap mereka (Barat/Kristen) tidak mempunyai agenda-agenda rahasia / terselubung ?. Masih bisakah kita menutup telinga kita dan mengabaikan genderang perang yang tak henti-hentinya mereka mainkan ?.Relakah kita, bila melihat anak cucu kita di cuci otak, hingga akhirnya mereka tersungkur di kaki para penjajah tanpa bisa mengenali jati diri mereka sendiri ?.
Dengan segala tipu daya, fitnah, pembohongan terhadap publik dunia atas sejarah yang pernah mereka lakukan serta standart ganda yang di terapkan oleh negara-negara Barat yang kini di motori oleh AS dan sekutu-sekutunya telah menempatkan Islam sebagai ideologi yang harus di perangi dan di musuhi.

Waspadalah...waspadalah...!!

" Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulutnya, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai ".
(Qs at-Taubah:32)

" Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (pada kekafiran) seandainya mereka sanggup ".
(Qs al Baqarah 2:217)

"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu di tambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, di sebabkan mereka berdusta. 
Dan bila di katakan kepada mereka, "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi", mereka menjawab, "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"
"Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. 
Apabila di katakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", 
mereka menjawab, "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman ?" 
"Ingatlah sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu ".
(Qs al Baqarah 2:9-13)