Insya Allah

Ternyata kata Insya Allah ini sudah ada dalam Alkitab, tetapi kata ini tidak populer diucapkan umat Kristen, karena kebodohan kaum kristen sendiri yang malas atau takut baca baca alkitabnya sendiri, walau sebenarnya boleh-boleh saja mengucapkannya, karena Yakobus pernah menyarankan demikian.
Seperti biasa kaum kristen selalu sinis terhadap umat Islam yang senang mengucapkan kalimat "Insya Allah" yang seakan akan tidak memberikan kepastian akan janjinya padahal justru dalam bible sendiri ada tercantum kalimat tersebut

"Sebenarnya kamu harus berkata : “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.” (Yak. 4:15)

Sementara dalam versi terjemahan yang lain dituliskan seperti di bawah ini.

TL (1954) © SABDAweb Yak 4:15
"Melainkan patutlah kamu berkata, “Insya Allah, kita akan hidup membuat ini atau itu.”

KSI (2000) © SABDAweb Yak 4:15
"Kalau begitu, hendaklah kamu berkata, “Insya Allah, kami akan hidup dan akan berbuat begini atau begitu.”

Klinkert 1870 (1870) © SABDAweb Yak 4:15
"Melainkan patoetlah kamoe berkata demikian: Insja’ Allah dan kalau ada djandji kami, maka kami hendak memboewat ini ataw itoe."


Akhirnya umat mayoritas di Indonesia lebih sering menggunakannya jika terkejut akan berseru, “Masya Allah,” hal ini sebenarnya ungkapan yang pernah dikatakan Bileam berabad-abad yang lalu. Sementara INSYA ALLAH sendiri sama dengan JIKA ALLAH MENGHENDAKI.

Saran Yakobus ini memang berkaitan dengan ketidak mengertian kita  tentang hari esok yang akan terjadi pada hidup kita.  Karena di mata Tuhan, hidup kita ini diibaratkan seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah (Yak. 4:16)

Memegahkan diri dalam kecongkakan diakibatkan kita tidak mampu menguasai reaksi negatif terhadap situasi saat kita dalam kemegahan atau berlimpah harta benda. Agar dapat menguasai situasi, paling tidak kita harus dapat menguasai diri sendiri, untuk menguasai diri sendiri tentu diperlukan ketrampilan yang tidak semua bisa melakukannya. Karena sering orang tidak sadar ketika berbuat jahat?

Berbuat jahat bisa dikatakan penyakit karena seperti orang yang kurang kesadaran serta kepekaan. Berbuat baik adalah kesadaran yang sering dilupakan orang. Padahal berbuat baik itu melapangkan hati dengan belas kasih, dan orang yang telah membuat kita penuh kasih adalah anugerah yang sering tidak kita sadari.

"Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa" (Yak.3:17)

Berbuat baik itu mampu menyelamatkan dunia, karena berbuat baik itu seperti cinta pada kehidupan, pada sesama manusia. BERBUAT BAIK adalah KESADARAN karena kita tahu untuk berbuat baik. Berbuat baik memang harus melepaskan segala keinginan, prasangka, ingatan, proyeksi dan cara pandang yang serba pilih-pilih. Ternyata berbuat baik ada disiplinnya juga dan begitu keras tuntutannya. Berbuat baik memang mau tidak mau harus sungguh-sungguh MELIHAT ORANG LAIN selain diri sendiri, berikut adalah perbuatan baik dalam alkitab yang patut di jadikan pedoman untuk kaum domba dan dombawati di seluruh dunia

"dan orang yg tidak disunat, yakni laki laki yang tidak dikerat kulitnya khatannya, maka orang itu harus di lenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya ia telah mengingkari perjanjianku " kejadian 14:17 ( yesus aja di sunat kok...)

Apakah kita sudah tahu berbuat baik pada sesama manusia?
Insya Allah!